Kekasih adalah orang yang mampu membuat kira menjadi merasa nyaman, dimana dia adalah tempat kita mencurahkan cinta dan sayang, karena esesnsi dari kekasih adalah tempat berbagi suka dan duka. Tapi apa jadinya jika orang yang kira sayang malah diam-diam menaruh dendam kepada kita? Wah pasti repot…. Di sini saya mencoba membuka cara pandang Anda selama ini yang selalu menganggap hubungan Anda baik-baik saja.
Kenapa bisa dendam padahal kita baik-baik saja?
“Gajah di pelupuk mata tidak nampak, semut di seberang lautan nampak jelas” itulah peribahasa yang sering diucapkan banyak orang mengenai bagaimana jika kita tidak dapat melihat hal yang sebenarnya sepele tapi nantinya akan menjadi hal yang sangat mengerikan! Seperti efek snow ball, jika hal ini tidak terselesaikan maka sudah pasti hubungan Anda dari waktu ke waktu hanya akan seperti medan peperangan.
Awal dari dendam hal yang paling lumrah adalah sikap kita (salah satu pasangan) yang “kurang” baik kepada pasangan kita, misal kita kurang perhatian, kurang pengertian dan kurang menghargai jerih payah kita, sangat manusiawi jika kita mengharapkan balasan dari apa yang kita usahakan selama ini, minimal adalah ucapan terima kasih, tapi apa jadinya jika hal sepele itu tidak kita dapat? Mungkin perasaan gondok yang selama ini kita dapat.
Take and give itulah istilah yang menggambarkan perasaan cinta secara umum, walau banyak orang bijak yang mengatakan kalau cinta tak harus berbalas, berilah apa yang kita punya tanpa memikirkan apa yang nanti kita dapatkan dari pasangan, ayo buka mata…. Tolong hargai pasanganmu jika memang nanti kamu menghendaki akan melangkan ke jenjang pernikahan, jangan sampai pernikahan menjadi ajang “ring tinju” bagi kalian.
Bagaimana caranya menghilangkan dendam pasangan?
Dendam adalah gangguan psikologis yang biasa terjadi kepada semua orang, dan dalam ilmu kajian psikologi, orang seperti ini masuk dalam kategori orang “mantab berkeyakinan” orang yang terkadang “lucu” karena sifatnya yang contohnya dia ingin orang tahu apa yang dia ingainkan tanpa harus berbica dan meminta. Inilah faktor pertama, komunikasi yang mejadi utama, jangan sampai komunikasi ini menjadi harga yang sangat mahal kepada dua insan yang sedang jatuh cinta.
Selain faktor dari kepribadian “si pelaku” dan faktor komunikasi, faktor kedewasaan menjadi yang paling serius harus dibenahi, karena tanpa adanya kedewasaan yang cukup mustahil bagi kita untuk mengerti esensi dari cinta secara umum. Haloooo kalian berani jatuh cinta harus berani tanggung jawab dong!!!! Kedewasaan seseorang dilihat dari seberapa besar dia mampu memaafkan kesalahan diri sendiri dan seseorang.

Komentar