Sering orang mengatakan
payah kepada seseorang yang diangap tiak mampu untuk mengerjakan sesuatu, atau
orang yang tidak memiliki daya upaya dan terkesan lemah tak berdaya.
Payah lebih sering
diartikan sebagai gangguan kesehatan yang dialami oleh tubuh yang berurusan
dengan stamina, tetapi lebih dalam lagi coba kita pandang apakah ada faktor
lain yang menyebabkan seseorang itu menjadi orang yang payah?
Neurasthenia
atau
dalam bahasa orang awam sering disebut sebagai penyakit payah. Apa????penyakit
payah? Memang ada ya penyakit yang bisa membuat orang menjadi payah?
Jawabannya sebenarnya
memang ada salah satu penyakit yang meyebabkan seseorang menjadi orang yang
terkesan menjadi payah, payah dalam hal ini menyangkut mengenai kondisi seperti
tidak berdaya, ketidak stabilan emosi, kurang bersemangat serta kemampuan
berfikir yang menurun.
Faktor
Penyebab
Terus apa yang
menyebabkan seseorang menjadi payah? Sebenarnya penyakit payah ini banyak
sekali yang menyebabkannya, salah satunya adalah terlalu lama menekan perasaan.
Terjadinya pertentangan batin atau tertekan perasaan yang dialami oleh
seseorang secara tidak sengaja akan menyebabkan beberapa fungsi otak ini
melemah, dan efek yang secara nyata bisa timbul adalah efek lemahnya fisik yang
dialami oleh penderita Neurasthenia.
Menekan perasaan adalah
sebuah aktivitas psikologis dimana seseorang yang tidak percaya diri dengan
segala kemampuan yang dimilikinya untuk menjalakan aktivitas yang ingin
dikerjakannya atau yang lebih umum adalah mengungkapkan perasaanya, ini
biasanya terjadin pada usia remaja yang sedang mengalami gejolak perasaan,
perasaan yang bercampur aduk tidak diimbangi oleh kedewasaan yang cukup,
sehingga mental anak-anak usia remaja awal yang berlangsung antara usia 11-15
tahun ini menjadi kurang maksimal, sehingga apa-apa yang dinginkan tidak bisa
diutakan dengan baik.
Dengan tertekannya
perasaan yang dimiliki oleh seseorang akan menyebabkan seseorang itu akan
“terkebiri” oleh segala bentuk pertanyaan yang timbul akibat kurangnya mental,
sudah tentu dengan mental yang tidak kuat kita akan merasa lesu dan kurang
bergairah dengan segala bentuk aktivitas yang akan kita kerjakan. Inilah salah
satu penyebab bagaimana seseorang sampai bisa terkena yang namanya penyakit Neurasthenia atau yang disebut sebagai
penyakit payah.
Penyebab lain yang
menyebabkan seseorang bisa terkena Neurasthenia
adalah karena pernah gagal dalam menghadapi persaingan-persaingan.
Persaingan memang menjadi hal yang wajar dalam setiap sisi kehidupan,dimana seseorang
berkeingan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dengan bekerja dan berusaha.
Orang yang pernah gagal
dalam persaingan di kehidupan ini akan memiliki semacam traumatik tersendiri
yang uniknya traumatic yang dialami oleh orang tersebut bukan hanya dalam
hal-hal yang pernah dialaminya, misalnya seorang yang pernah gagal dalam
membina rumah tangga dan harus berakhir di perceraian, bagi sebagian orang akan
trauma dengan menikah dan tidak memiliki keinginan untuk menikah, tapi uniknya
bagi oran yang terkena Neurasthenia ini
bukan hanya trauma untuk menikah, tapi juga tidak memiliki semangat lagi untuk
menjalani hidup. Sehingga sangat rentan sekali bagi orang yang menderita Neurasthenia ini untuk melakukan bunuh
diri.
Pelaku
Neurasthenia
Ketika seseorang
mengalami gangguan kejiwaan yang mengakibatkan seseorang tersebut menjadi
seorang yang kurang bertenaga, sering tidak bisa tidur, dan bagi orang yang
telah lama menderita penyakit Neurasthenia
ini bisa saja mengalami gangguan fisik yang relative berat seperti pusing
dan mulai munculnya berbagai macam jenis penyakit yang datang dengan silih
berganti.
Orang-orang yang
menderita Neurasthenia ini umumnya
adalah usia dewasa, karena bagi remaja masih banyak hal-hal yang tidak berkenan
di hati untuk “disalurkan” ini berbeda dengan orang dewasa yang kadang lebih
asyik menghabiskan waktu untuk bekerja di siang hari bahkan lembur sampai malam
hari. Dan di setiap beranjak tidur pikiran orang dewasa akan “melayang” dengan
berbagai emosi dan kenangan-kenangan yang pernah ada. Dan uniknya justru
kenangan-kenangan yang buruklah yang menjadi pilihan bagi orang tersebut untuk
dalam menghabiskan waktu malamnya. Secara tidak sadar dengan membuka kembali memory mengenai kenangan yang buruk akan
menyebabkan seseorang kembali berada di masa-masa sulit yang pernah dia alami,
dan inilah yang menyebabkan orang yang terkena Neurasthenia ini kembali menjadi “tidak bertenaga.”

Komentar