TUJUAN PEMBELAJARAN:
1.Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep sniffing dan session hijacking
2.Mahasiswa mampu menangani masalah sniffing dan session hijacking
DASAR TEORI
Sniffer adalah program yang membaca dan menganalisa setiap protokol yang melewati mesin di mana program tersebut diinstal. Secara default, sebuah komputer dalam jaringan (workstation) hanya mendengarkan dan merespon paket-paket yang dikirimkan kepada mereka. Namun demikian, kartu jaringan (network card) dapat diset oleh beberapa program tertentu, sehingga dapat memonitor dan menangkap semua lalu lintas jaringan yang lewat tanpa peduli kepada siapa paket tersebut dikirimkan. Aktifitasnya biasa disebut dengan sniffing. Untuk dapat membaca dan menganalisa setiap protokol yang melewati mesin, diperlukan program yang bisa membelokkan paket ke komputer attacker. Biasa disebut serangan spoofing. Attaker akan bertindak sebagai Man-In-the-Middle (MIM).
Gambar di atas mengilustrasikan koneksi TCP yang sebenarnya, tanpa ada sebuah host yang bertindak sebagai MIM.Kemudian host attacker menjalankan program Spoofing, berarti host attacker akan bertindak sebagai host yang dilewati data antara host client dan host server.
Setelah host attacker menjadi host yang berada di tengah-tengah dari dua host yang saling berkomunikasi, kemudian attacker melakukan analisa traffic dengan menjalankan program ethereal. Dengan menganalisa traffic TCP yang sudah tercapture, attacker dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh host client terhadap host server.
Ada dua macam serangan spoofing yang terjadi :
1. ARP Spoofing,
ARP sppofing yang bekerja dalam satu jaringan dan berusaha menggantikan MAC address yang sebenarnya dengan MAC address penyerang sehingga ketika si target berkomunikasi dengan orang lain, maka harus melewati penyerang, selanjutnya data bisa disadap.
ARP Spoofing merupakan awal serangan selanjutnya, biasanya serangan ini diteruskan dengan melakukan pengambilalihan session atau yang biasa disebut session hijacking merupakan serangan yang mengambil alih sebuah session pada satu koneksi jaringan.Secara garis besar dibagi menjadi dua tipe, yaitu active session hijacking dan passive session hijacking.
Active Session Hijacking
Pada serangan ini, attacker mengambil alih sebuah session yang terjadi dengan cara memutuskan sebuah komunikasi yang terjadi. Attacker bertindak sebagai man-in-the-middle dan aktif dalam komunikasi antara client dengan server. Serangan ini membutuhkan keahlian untuk menebak nomer sequence (SEQ) dari server, sebelum client dapat merespon server. Pada saat ini, nomer sequence yang dibuat oleh setiap sistem operasi berbeda-beda. Cara yang lama adalah dengan menambahkan nilai konstan untuk nomer sequence selanjutnya. Sedangkan mekanisme yang baru adalah dengan membuat nilai acak untuk membuat nilai awal dari nomer sequence ini.
Ketika sebuah komputer client melakukan koneksi terhadap komputer server, attacker menyisipkan komputernya di antara dua koneksi tersebut. Ada empat proses untuk melakukan active session hijacking, antara lain:
Cara ini dilakukan agar attacker dapat melihat komunikasi yang terjadi, kemudian dapat mengetahui nomer sequence (SEQ) dan acknowledgement (ACK) yang diperlukan. Nomer ini digunakan oleh attacker untuk memasukkan paket diantara dua komunikasi.
Untuk melakukan desynchronisasi koneksi antara client dan server, nomer SEQ atau ACK dari server harus dirubah. Hal ini dapat dilakukan, jika dikirimkan data kosong (null data) ke server. Sehingga nomer SEQ atau ACK dari server akan berubah, sedangkan nomer SEQ atau ACK dari client yang melakukan komunikasi dengan server tidak berubah atau terjadi penambahan.
Passive Session Hijacking
Serangan pembajakan session yang dilakukan secara pasif dapat dilakukan menggunakan sniffer. Alat ini dapat memberikan seorang attacker informasi berupa id user dan password dari client yang sedang melakukan login ke server. ID user dan password ini dapat digunakan oleh attacker untuk melakukan login pada lain waktu. Sniffing password merupakan contoh serangan yang dapat dilakukan ketika attacker memperoleh akses pada suatu jaringan
Beberapa hal yang bisa dipakai untuk menanggulangi arp spoofing adalah : gunakan arp tabel secara permanen dan gunakan enkripsi
2. IP Spoofing yang bekerja antar jaringan
IP spoofing adalah membuat paket IP menggunakan source IP address orang lain. Orang yang melakukan serangan DoS (Deniel Of Service) biasanya mengelabuhi target dengan menyamar/IP Headernya diganti dengan IP Header orang lain. Beberapa serangan yang biasa digunakan Ping Of Death, Syn Flood, Land Attack, Teradrop.
TUGAS PENDAHULUAN
1. Percobaan arp spoofing
a. Bangun topologi dengan tiga komputer sbb :
b. Bekerjalah dengan teman sebelah untuk melakukan percobaan ini, setiap kelompok minimal 3 orang. Satu berfungsi sebagai penyerang,
c. Install telnet, ftp dan ssh pada PC1,
Untuk mencoba secure ftp jalankan sftp localhost/ip_server_tujuan, masukkan user dan password.
d. Dari komputer attacker, lakukan sbb :
f. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ftp ke PC1, amati hasil dnsiff apa output dari dsniff
g. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ssh ke PC1, amati hasil dnsiff apa output dari dsniff.
h. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan sftp ke PC1, amati hasil dnsiff apa output dari dsniff.
i. Buat kesimpulan praktikum Anda.
b. Percobaan packet Sniffing dengan Ethercap, buat topologi sama dengan percobaan 1
a. Diasumsikan PC1 sudah terinstall telnet, ftp dan ssh, PC2 sebagai client yang akan koneksi ke PC1
b. PC3 sebagai attacker lakukan installasi attercap dan konfigurasi :
Dan pada configurasi linux aktifkan sbb :
Jalankan ettercap sbb :
Misal sbb :
Amati hasilnya
c. lakukan koneksi ftp dari PC2 ke PC2 dan amati dari attercap, misal di sini dari windows
Hasil pengamatan ethercap
d. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan telnet ke PC1, amati hasil ettercap apa outputnya
e. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ftp ke PC1, amati hasil ettercap apa outputnya
f. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ssh ke PC1, amati hasil ettercap apa outputnya
g. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan sftp ke PC1, amati hasil dnsiff apa output
h. Buat kesimpulan praktikum Anda
3. Percobaan Session Hijacking
c. Lakukan percobaan jika PC1 menggunakan ssh apakah hunt masih bisa melakukannya ?
d. Buat kesimpulan praktikum anda.
1.Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep sniffing dan session hijacking
2.Mahasiswa mampu menangani masalah sniffing dan session hijacking
DASAR TEORI
Sniffer adalah program yang membaca dan menganalisa setiap protokol yang melewati mesin di mana program tersebut diinstal. Secara default, sebuah komputer dalam jaringan (workstation) hanya mendengarkan dan merespon paket-paket yang dikirimkan kepada mereka. Namun demikian, kartu jaringan (network card) dapat diset oleh beberapa program tertentu, sehingga dapat memonitor dan menangkap semua lalu lintas jaringan yang lewat tanpa peduli kepada siapa paket tersebut dikirimkan. Aktifitasnya biasa disebut dengan sniffing. Untuk dapat membaca dan menganalisa setiap protokol yang melewati mesin, diperlukan program yang bisa membelokkan paket ke komputer attacker. Biasa disebut serangan spoofing. Attaker akan bertindak sebagai Man-In-the-Middle (MIM).
Koneksi TCP sebelum spoofing
Gambar di atas mengilustrasikan koneksi TCP yang sebenarnya, tanpa ada sebuah host yang bertindak sebagai MIM.Kemudian host attacker menjalankan program Spoofing, berarti host attacker akan bertindak sebagai host yang dilewati data antara host client dan host server.
Koneksi TCP setelah Spoofing
Setelah host attacker menjadi host yang berada di tengah-tengah dari dua host yang saling berkomunikasi, kemudian attacker melakukan analisa traffic dengan menjalankan program ethereal. Dengan menganalisa traffic TCP yang sudah tercapture, attacker dapat mengetahui apa saja yang dilakukan oleh host client terhadap host server.
follow TCP Stream yang dijalankan oleh attacker
Ada dua macam serangan spoofing yang terjadi :
1. ARP Spoofing,
ARP sppofing yang bekerja dalam satu jaringan dan berusaha menggantikan MAC address yang sebenarnya dengan MAC address penyerang sehingga ketika si target berkomunikasi dengan orang lain, maka harus melewati penyerang, selanjutnya data bisa disadap.
ARP Spoofing merupakan awal serangan selanjutnya, biasanya serangan ini diteruskan dengan melakukan pengambilalihan session atau yang biasa disebut session hijacking merupakan serangan yang mengambil alih sebuah session pada satu koneksi jaringan.Secara garis besar dibagi menjadi dua tipe, yaitu active session hijacking dan passive session hijacking.
Active Session Hijacking
Pada serangan ini, attacker mengambil alih sebuah session yang terjadi dengan cara memutuskan sebuah komunikasi yang terjadi. Attacker bertindak sebagai man-in-the-middle dan aktif dalam komunikasi antara client dengan server. Serangan ini membutuhkan keahlian untuk menebak nomer sequence (SEQ) dari server, sebelum client dapat merespon server. Pada saat ini, nomer sequence yang dibuat oleh setiap sistem operasi berbeda-beda. Cara yang lama adalah dengan menambahkan nilai konstan untuk nomer sequence selanjutnya. Sedangkan mekanisme yang baru adalah dengan membuat nilai acak untuk membuat nilai awal dari nomer sequence ini.
Ketika sebuah komputer client melakukan koneksi terhadap komputer server, attacker menyisipkan komputernya di antara dua koneksi tersebut. Ada empat proses untuk melakukan active session hijacking, antara lain:
- Tracking the connection (mencari koneksi yang sedang terjadi)
Cara ini dilakukan agar attacker dapat melihat komunikasi yang terjadi, kemudian dapat mengetahui nomer sequence (SEQ) dan acknowledgement (ACK) yang diperlukan. Nomer ini digunakan oleh attacker untuk memasukkan paket diantara dua komunikasi.
- Desynchronizing the connection (Melakukan pembelokan koneksi)
Untuk melakukan desynchronisasi koneksi antara client dan server, nomer SEQ atau ACK dari server harus dirubah. Hal ini dapat dilakukan, jika dikirimkan data kosong (null data) ke server. Sehingga nomer SEQ atau ACK dari server akan berubah, sedangkan nomer SEQ atau ACK dari client yang melakukan komunikasi dengan server tidak berubah atau terjadi penambahan.
- Resetting Connection (Membuat koneksi baru)
- Injecting Packet (Memasukkan paket)
Passive Session Hijacking
Serangan pembajakan session yang dilakukan secara pasif dapat dilakukan menggunakan sniffer. Alat ini dapat memberikan seorang attacker informasi berupa id user dan password dari client yang sedang melakukan login ke server. ID user dan password ini dapat digunakan oleh attacker untuk melakukan login pada lain waktu. Sniffing password merupakan contoh serangan yang dapat dilakukan ketika attacker memperoleh akses pada suatu jaringan
Beberapa hal yang bisa dipakai untuk menanggulangi arp spoofing adalah : gunakan arp tabel secara permanen dan gunakan enkripsi
2. IP Spoofing yang bekerja antar jaringan
IP spoofing adalah membuat paket IP menggunakan source IP address orang lain. Orang yang melakukan serangan DoS (Deniel Of Service) biasanya mengelabuhi target dengan menyamar/IP Headernya diganti dengan IP Header orang lain. Beberapa serangan yang biasa digunakan Ping Of Death, Syn Flood, Land Attack, Teradrop.
TUGAS PENDAHULUAN
- Dalam arp spoofing ada istilah yang disebut dengan arp cache poisoning, jelaskan dengan singkat apa itu arp cache poisoning !
- Carilah command untuk melakukan bloking terhadap ip spoofing menggunakan iptables.
1. Percobaan arp spoofing
a. Bangun topologi dengan tiga komputer sbb :
b. Bekerjalah dengan teman sebelah untuk melakukan percobaan ini, setiap kelompok minimal 3 orang. Satu berfungsi sebagai penyerang,
c. Install telnet, ftp dan ssh pada PC1,
- Untuk install telnet lakukan apt-get install telnetd, pilih standalone
Untuk mencoba telnet, buka terminal dan jalankan telnet localhost/no_ip_server_telnet, masukkan user dan password. Untuk keluar ketikkan exit
- Untuk install ftp jalankan apt-get install proftpd
- Untuk install ssh, jalankan apt-get install ssh
Untuk mencoba secure ftp jalankan sftp localhost/ip_server_tujuan, masukkan user dan password.
d. Dari komputer attacker, lakukan sbb :
- Install dsniff dari komputer attacker, jalankan apt-get install dsniff.
- Buka terminal baru Jalankan arpspoof –t IP_PC1 IP_PC2
- Buka terminal baru jalankan arpspoof –t IP_PC2 IP_PC_1
- Buka terminal baru jalankan dsniff, amati
f. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ftp ke PC1, amati hasil dnsiff apa output dari dsniff
g. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ssh ke PC1, amati hasil dnsiff apa output dari dsniff.
h. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan sftp ke PC1, amati hasil dnsiff apa output dari dsniff.
i. Buat kesimpulan praktikum Anda.
b. Percobaan packet Sniffing dengan Ethercap, buat topologi sama dengan percobaan 1
a. Diasumsikan PC1 sudah terinstall telnet, ftp dan ssh, PC2 sebagai client yang akan koneksi ke PC1
b. PC3 sebagai attacker lakukan installasi attercap dan konfigurasi :
- Dari terminal jalan perintah apt-get install ettercap
- Konfigurasi vile /etc/etter.conf dan rubah sbb :
Dan pada configurasi linux aktifkan sbb :
Jalankan ettercap sbb :
ettercap -TqM ARP /IP_TARGET_PC2/T artinya mode Text, q artinya q = quiet mode, M = man in the middle ARP = tipe protocol man in the middle attack yang digunakan;
Misal sbb :
Amati hasilnya
c. lakukan koneksi ftp dari PC2 ke PC2 dan amati dari attercap, misal di sini dari windows
Hasil pengamatan ethercap
d. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan telnet ke PC1, amati hasil ettercap apa outputnya
e. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ftp ke PC1, amati hasil ettercap apa outputnya
f. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan ssh ke PC1, amati hasil ettercap apa outputnya
g. Dari komputer PC2 buka terminal, lakukan sftp ke PC1, amati hasil dnsiff apa output
h. Buat kesimpulan praktikum Anda
3. Percobaan Session Hijacking
- Installasi dan pemakaian hunt
c. Lakukan percobaan jika PC1 menggunakan ssh apakah hunt masih bisa melakukannya ?
d. Buat kesimpulan praktikum anda.






















Komentar